| John Quincy Adams | |
![]() |
|
|
|
|
| Masa jabatan 4 Maret 1825 – 4 Maret 1829 |
|
| Wakil Presiden | John C. Calhoun |
|---|---|
| Pendahulu | James Monroe |
| Pengganti | Andrew Jackson |
|
|
|
| Lahir | 11 Juli 1767 Braintree, Massachusetts |
| Meninggal | 23 Februari 1848 (umur 80) Washington, D.C. |
| Kebangsaan | Amerika |
| Partai politik | Federalis, Republik, Republik Nasional, dan Whig |
| Suami/Istri | Louisa Catherine (Johnson) Adams |
| Tanda tangan | |
John Quincy Adams adalah seorang diplomat, politikus, dan Presiden Amerika Serikat yang ke-6 dengan masa jabatan 4 Maret 1825 - 4 Maret 1829.
Daftar isi |
Adams adalah anak dari Presiden John Adams dan Abigail Adams.
John Quincy Adams lahir di Braintree sekarang (Quincy), Massachusetts pada 11 Juli 1767. Pada tahun-tahun pertama revolusi Amerika Serikat, John Quincy Adams mendapat pendidikan dari orang tuanya, lalu ia melanjutkan pendidikan di Paris, Leiden, dan Universitas Harvard, Amerika Serikat. Ia memperoleh gelarnya pada usia 21 tahun. John Quincy Adams mahir dalam bahasa dan sejarah kuno. Ia adalah seorang pengacara Amerika, diplomat, dan politisi
Setelah selesai belajar hukum, John Quincy Adams menjadi pengacara di Boston, Massachuset. Ia juga menulis artikel untuk sebuah harian di Boston. Presiden George Washington tertarik dengan artikel artikel yang ia tulis, artikel - artikel ini mempertahankan kebijaksanaan Presiden yang menjalankan politik netral terhadap tindak - tanduk politik utusan Perancis di Amerika Serikat.
Pada tahun 1793, Presiden George Washington mengangkatnya menjadi wakil Amerika Serikat di negeri Belanda, kala itu ia baru berumur 26 tahun. Setelah Belanda, ia ditugaskan di Berlin, Jerman. Pada tahun 1802, kala ia berusia 36 tahun ia terpilih menjadi utusan Amerika untuk Rusia.
Sewaktu bertugas dibawah Presiden James Monroe, John Quincy Adams termasuk salah satu menteri luar negeri Amerika serikat yang paling ulung. Salah satu keberhasilannya adalah menjadikan Florida, yang semula jajahan Spayol, menjadi salah satu negara bagian Amerika Serikat. Bersama dengan Presiden James Monroe, ia ikut menyusun Doktrin Monroe, yang memperingatkan Eropa untuk tidak campur tangan dalam urusan dalam negeri negara - negara Amerika Latin.
Pada tahun 1825, John Quincy Adams dipilih menjadi Presiden oleh Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat, karena baik dia ataupun wakil - wakilnya tidak mendapatkan suatu mayoritas yang menentukan dalanm Dewan Pemilih. Afiliasi partainya terdiri dari Federalis, Demokrat-Republik, Republik Nasional, dan Whig. Saat menjabat menjadi presiden ia didampingi oleh wakil presiden John C. Calhoun.
Presiden John Quincy Adams mengusahakan politik negara yang kuat di bawah presiden. Kebijakan kebijakannya termasuk;
John Quincy Adams meninggalkan Gedung Putih pada tahun 1828 karena dikalahkan oleh Andrew Jackson pada pemilihan presiden. Ia kemudian kembali ke Massachuset dimana ia bermaksud menikmati buku - bukunya dan rumahnya hingga ia meninggal dunia. Tetapi dua tahun kemudian dengan tidak disangka - sangka olehnya, ia dipilih menjadi anggota dewan perwakilan rakyat Amerika. Sejak itu ia menjadi anggota dewan yang ulung. Diantara kontribusinya sebagai anggota dewan, ia menentang; perbudakan, pencaplokan Texas dari Meksiko, dan peperangan dengan Mexico.
John Quincy Adams jatuh pingsan di ruang sidang dewan perwakilan rakyat. Ia meninggal dunia dua hari kemudian pada 23 Februari 1848 di Washington D.C. dalam usia 81 tahun.
| Didahului oleh James Monroe |
Presiden Amerika Serikat 4 Maret 1825 – 4 Maret 1829 |
Digantikan oleh Andrew Jackson |
| Daftar Presiden Amerika Serikat | |
|---|---|
| Washington | J. Adams | Jefferson | Madison | Monroe | J.Q. Adams | Jackson | Van Buren | W. Harrison | Tyler | Polk | Taylor | Fillmore | Pierce | Buchanan | Lincoln | A. Johnson | Grant | Hayes | Garfield | Arthur | Cleveland | B. Harrison | Cleveland | McKinley | T. Roosevelt | Taft | Wilson | Harding | Coolidge | Hoover | F. Roosevelt | Truman | Eisenhower | Kennedy | L. Johnson | Nixon | Ford | Carter | Reagan | G. Bush | Clinton | G.W. Bush | |